Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Pendidikan Agama Katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Pendidikan Agama Katolik. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2017

USBN


Tahun 2017 setiap sekolah selain dihadapkan pada Ujian Nasional (UN), juga dihadapkan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Keputusan adanya USBN ini, yang secara jelas dan resmi baru diketahui oleh guru pada semester ke dua tahun pelajaran 2016/2017, membuat para guru yang mengajar mata pelajaran yang ditentukan untuk dilaksanakan USBN menjadi cukup repot. Keropatan ini antara lain karena anak-anak belum dipersiapkan akan adanya USBN, guru juga belum membuat perencanaan untuk persiapan USBN dalam Mata Pelajarannya, Petunjuk operasional untuk pelaksanaan USBN sendiri juga baru akhir-akhir ini dapat diakses oleh guru. Dengan situasi dan kondisi tersebut, guru harus sedikit licah untuk memahami dan mempelajari pelaksanaan USBN itu sendiri. Guru harus lincah untuk mencari-cari berbagai hal tentang USBN ini, sehingga mampu mempersiapkannya dengan baik.
Untuk membantu teman-teman guru dalam pelaksanaan USBN, bersama ini saya mencoba untuk berbagi dengan teman-teman guru tentang beberapa regulasi yang berkaitan dengan USBN.
Adapun beberapa peraturan yang berkaitan juga dengan USBN antara lain:
  1. Permendikbud No. 3 tahun 2017 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan. (Dalam Permendikbud ini diatur tentang kegiatan penilaian baik itu Ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), maupun ujian dalam rangka meningkatkan mutu penilaian oleh pemerintah serta satuan pendidikan serta untuk mendorong pencapaian standar kompetensi lulusan (SKL) secara nasioanal.
  2. Prosedur Operasional Standar (POS) USBN 2017. USBN merupakan usaha dari pemerintah untuk meningkatkan mutu dari ujian Sekolah yang selama ini telah dilaksanakan. Oleh karenanya perlu bagi kita untuk mengetahui segala konsep, persiapan dan pelaksanaan USBN yang tertuang dalam POS USBN ini. Untuk USBN ini, soal-soalnya dibuat oleh guru-guru sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai organisasi profesi.
    Soal-soal pada USBN akan dibuat dengan perpaduan antara soal yang dibuat guru dan soal jangkar dari pusat sebesar 20 sampai dengan 25 persen.
Untuk lebih jelasnya, silahkan teman-teman untuk mendownload dan mempelajari masing-masing dokumen tersebut.

Untuk Download Permendikbud No. 3 tahun 2017 silahkan KLIK DISINI

Untuk Download POS USBN 2017 silahkan KLIK DISINI

Demikian sekilas info dari saya, semoga bermanfaat bagi kita.

Syalom
L. Atrik Wibawa

 

Selasa, 02 Agustus 2011

REVISI PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK PAK

Naskah akademik Pendidikan Agama Katolik yang sudah mulai disusun pada tanggal 18 s.d. 21 Mei 2011 di Bandung bersama dengan Pusat kurikulum dan Perbukuan, akhirnya masih harus disempurnakan lagi. Beberapa hal yang sudah di hasilkan dalam pertemuan di Bandung, terpaksa harus mengalami koreksi dan perubahan. Demikianlah yang dilakukan di Hotel Grand Safari Cisarua, tanggal 21 s.d. 25 Juni 2011 yang lalu. Pada kesempatan di Cisarua ini, team penyusun naskah akademik untuk Pendidikan Agama Katolik bertambah 2 orang yaitu Bp. Maman Sutarman dari Bimas Katolik Kementerian Agama  Provinsi Jawa Barat dan ibu Ignasia Sri Purwaningsih, S.Pd dari SDK Cahaya Harapan- Bekasi ; sedangkan Bapak Sigit dari Bimas Katolik Kementerian Agama RI digantikan oleh bapak  Yuventus Sepur, S.Fil

Hasil dari penyusunan Nasakah Akademik Pendidikan Agama Katolik di Cisarua dapat dilihat dalam file yang dapat di download dibawah ini.



Setelah teman-teman dapat mendownload dan membaca hasil penyusunan naskah akademik ini, diharapkan agar teman-teman berkenan memberikan masukan yang dapat semakin menyempurnakan hasil naskah akademik ini. Penyempurnaan naskah akademik ini akan dilanjutkan kembali tanggal 9 s.d. 13 Agustus 2011 di Hotel Royal Bogor.

Untuk sementara, inilah perkembangan penyusunan Naskah Akademik PAK yang dapat kami sampaikan kepada teman-teman Guru Agama Katolik. Jangan lupa masukan dari teman-teman  sangat di tunggu. Terimakasih

Gambar Kegiatan


Syalom

L. Atrik Wibawa

Jumat, 20 Mei 2011

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK


Teman teman Guru Agama Katolik yang terkasih, pada hari Rabu tanggal 18 sampai dengan Sabtu 21 Mei 2011, oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan diundang beberapa wakil untuk mengikuti  kegiatan  Kajian Standar Isi dan Naskah Akademik Pendidikan Agama Katolik. Dalam kegiatan tersebut terdapat evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Katolik yang selama ini di pergunakan dan pembuatan naskah Akademik untuk Pendidikan Agama Katolik.  Saya termasuk salah satu anggota team yang diminta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Akhirnya kami mampu untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan catatan sebagai berikut:
1.      Evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Katolik yang kami masukkan dalam kegiatan kajian Standar isi ini adalah hasil evaluasi Kurikulum PAK yang telah dilaksanakan oleh Komkat KWI bekerjasama dengan Kementerian Agama RI yang pelaksanaannya di Jogjakarta beberapa waktu yang lalu. Dimana dalam Evaluasi ini dihadiri oleh wakil-wakil guru Pendidikan Agama Katolik seluruh Indonesia.
2.  Hasil evaluasi ini tidak merubah banyak dari SK dan KD dalam Standar Isi yang terdahulu, hanya mengurangi sedikit, ada penambahan sedikit dan penyusunan urutan yang diperbaiki disesuaikan dengan hasil Evaluasi Kurikulum PAK di Jogja
3.    Naskah akademik yang dihasilkan dalam kegiatan ini masih berupa draf pertama yang pada waktu yang akan datang masih harus disempurnakan lagi.

Oleh karena itu, agar draf ini nantinya dapat disempurnakan kembali dengan lebih baik, kami mengharapkan masukan dari teman-teman Guru Agama Katolik yang dilapangan.  Dengan masukan dari teman-teman yang secara langsung melaksanakan kurikulum Pendidikan Agama Katolik ini kami berharap bahwa SK dan KD yang dihasilkan nantinya benar-benar SK dan KD yang sesuai dengan harapan teman-teman semua yang dilapangan. Kami sadar bahwa tidak ada satu kurikulumpun yang dapat memenuhi semua keinginan teman-teman yang nota bene berada di berbagai daerah, namun kami berusaha untuk menampung terlebih dahulu masukan dan aspirasi dari teman-teman semua guna perbaikan Standar Isi yang akan direkomendasikan untuk diterapkan pada kurikulum PAK yang akan datang.

Team yang pada kegiatan tersebut hadir dan bekerja untuk melaksanakan itu antara lain :
1.         Pastor FX. Adi Susanto, SJ, Lic.Th (wakil dari KWI)
2.         Dra. Maria Chatarina (wakil dari Puskurbuk)
3.         Daniel Boli Kotan, S.Pd., M.M (wakil dari KWI)
4.         Basuki Sigit Taruno, S.Pd., M.M (wakil dari Kemenag)
5.         Dra. Susi Bonardy (SD Harapan Bunda – Jakarta)
6.         Lorensius Atrik Wibawa, S.Pd., M.M (SMP-K Permata Bunda – Depok)
7.         FX. Artha Agung budiantara, S.Pd. (SMA Marsudirini – Bogor)

Bagi teman-teman yang berkenan memberikan koreksi dan masukan, dimohon terlebih dahulu mendownload dan membaca naskah yang sudah kami buat dalam kegiatan kajian kurikulum tersebut. Adapun naskah yang sudah kami hasilkan adalah dibawah ini :


Terimakasih untuk teman-teman yang baik hati dan mau berbagi dalam penyempurnaan naskah akademik Pendidikan Agama Katolik ini. Untuk hasil refleksi atau masukan dari teman-teman, silahkan dikirimkan saja ke alamat email saya  lorensius.wibawa@yahoo.com atau di loren.atrik@yahoo.com   Atas segala kebaikan dan partisipasi dari teman teman, kami ucapkan terima kasih.

(bagi teman-teman yang mengirimkan masukan, mohon menuliskan nama dan alamat tempat bekerja)

Syalom

L. Atrik

Selasa, 19 Oktober 2010

HASIL SIMPUL EVALUASI KURIKULUM PAK SMP DI JOGJA

Teman-teman Guru Agama Katolik yang terkasih, bersama ini saya menyampaikan hasil sementara Evaluiasi Kurilkulum PAK tingkat SMP yang saya ikuti pada pertemuan tingkat Nasional di Jogjakarta dari tanggal 15 s.d. 16 Oktober 2010. Semoga apa yang saya rangkum ini bisa menjadi bahan diskusi dan wacana bagi teman-teman semua. Secara ringkas, demikianlah hasil evaluasinya:


SK/ KD pada umumnya dimiliki oleh Guru PAK.  Dalam hal “menguasai” masih sebatas pada menuliskan SK/ KD pada saat membuat Pemetaan SK/ KD, silabus dan RPP serta dalam membuat kartu soal untuk ulangan semester dan analisis soal. Untuk menguasai penuh isi dari SK dan KD, dirasa belum sepenuhnya menguasai. 
“Menguasai” dalam artian Pada taraf mengimplementasikan SK/ KD dalam proses pembelajaran dirasa belum, sebab pada saat proses pembelajaran perhatian guru lebih terfokus pada materi pokok pelajaran. Boleh dibilang bahwa perhatian menjadi terkotak-kotak pada materi pokok pembelajaran. (Sebab guru dibebani oleh adanya Pencapaian target kurikulum) 
SK/KD mampu menjawab kebutuhan/keprihatinan yg menjadi tantangan PAK hanya perlu penyusunan sistematika KD seperti pada kelas VII, VIII menurut kelompok ada yang perlu ditinjau ulang karena mengingat kesinambungan dalam proses
KD di Kelas 9 dirasa terlalu banyak, sebab, waktu pembelajaran bagi kelas 9 berkurang, tidak sama dengan kelas 7 dan 8; Siswa kelas 9 lebih banyak waktu dipergunakan untuk mempersiapkan UN

MENGUSULKAN

Standar Kompotensi kelas VII :
Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladan Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan KerajaanNya.
Perlu penambahan KD tentang Lingkungan hidup sebab dalam SK diungkap tentang lingkungan tetapi belum ada KD yang membahasnya
KD 1 untuk kelas VII diusulkan kata “yang tumbuh dan berkembang bersama orang lain” dihilangkan
Karena menurut kelompok pd KD 1 secara khusus membicarakan mengenai diri sebagai citra Allah, sedangkan perkembangan bersama orang lain akan dibahas mulai KD 5

Standar Kompotensi kelas VIII 
Memahami pribadi yesus Kristus dan konsekuensi perjuanganNya dalam mengikuti dan mewujudkan nilai-nilai perjuanganNya di dalam kehidupan mengereja 


Kompetensi Dasar 1
  Memahami makna sengsara, wafat dan ke-bangkitan Yesus sebagai konsekuensi atas perjuangan-Nya menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah sehingga peserta didik berani membela kebenaran dalam hidup  sehari-hari. (dipindahkan ke bawah/ menjadi KD Akhir semester ganjil
Kompetensi Dasar 2 menjadi KD1
  Memiliki pengetahuan dasar tentang pribadi Yesus Kristus sehingga mereka dapat bercermin pada pribadi Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari.

Mengingat alokasi waktu di kelas IX  semester II yang sempit, maka kelompok mengusulkan ada materi yang perlu ditinjau ulang
Contoh : KD 1.5 Memahami dan menyadari perlunya keutuhan alam ciptaan bagi kehidupan sehingga terdorong untuk menjaga dan melestarikannya (Ini di letakkan di kelas VII) sebab dalam SK Kls VII ada tentang lingkungan, tapi belum ada KD yang membahasnya.

Demikian sekilas hasil sharing temen-temen Guru Agama Katolik tingkat SMP yang diwakili dari Kalimantan, Bali, Papua, Manado, Bandung, Jogjakarta, Bogor dan Jakarta.



SETELAH MENGEVALUASI, KAMI KELOMPOK SMP MENGUSULKAN ARAH KURIKULUM PAK TINGKAT SMP UNTUK MASA YANG AKAN DATANG. ADAPUN USULAN KAMI ADALAH SEBAGAI BERIKUT.

Kurikulum yang kami harapkan untuk yang akan datang adalah:

Kurikulum PAK yang lebih memperkembangkan nilai-nilai iman dan karakter anak, sehingga menumbuhkan anak yang berkarakter  katolik. 

Untuk dapat mencapai kurikulum seperti diatas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

a.  Komposisi materi pelajaran diharapkan : 50% materi dan 50% praktik (sampai dengan refleksi untuk membentuk karakter siswa)untuk itu perlu adanya beberapa materi pokok dalam 1 KD yang berkaitan digabungkan dengan harapan tidak menjadikan materi pembelajaran terlalu banyak Contoh: Materi pokok aku memiliki kemampuan, kemampuanku terbatas dan mensyukuri hidup, digabung menjadi materi pokok “mensyukuri kemampuan dan keterbatasanku"

b. Perlu didukung dengan system penilaian yang mendukung penilaian karakter anak, misalnya seperti penilaian portofolio yang melibatkan orangtua, gereja dan atau masyarakat.


PROFIL SISWA YANG DIHARAPKAN SETELAH LULUS DARI SMP ADALAH

Menjadi murid-murid Yesus yang beriman kepda Allah,berpedoman pada Kitab Suci dan Tradisi Gereja yg mencintai diri sendiri,sesama dan lingkungannya dalam kebersamaan dengan jemaat lainnya, dgn tetap bersikap terbuka terhadap sesama yg berkepercyaan lain sehingga tercipta keutuhan bangsa demi terwujudnya kerajaan Allah.

MAKA SKL YANG DIUSULKAN ADALAH

1.    Beriman kpd Allah dgn berpedoman pd KS dan Tradisi Gereja
2.    Mencintai diri dan sesama
3.   Terlibat dalam hidup menggereja dengan bimbingan Roh Kudus
4.   Membangun kebersamaan dengan jemaat lain
5.   Bersikap terbuka terhadap agama dan kepercayaan lain
6.   Bersikap bangga sebagai Bangsa Indonesia dan cinta Tanah Air.

STANDAR KOMPETENSI 1
Memahami dan mencintai diri ,sesama dan lingkungan hidup seturut teladan Yesus dengan berpedoman pada Kitab Suci dan Tradisi Gereja Katolik

KOMPETENSI DASAR:
1.Mensyukuri realitas diri sebagai Citra Allah dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang ada pada dirinya sebagai laki-laki atau perempuan
2.Memahami arti dan tujuan persahabatan sehingga dapat membangun persahabatan yang sejati dengan sesama
3.Menyadari peran serta keluarga dan sesama dalam pekembangan dirinya sehingga mampu bekerjasama dan menghargai sesama
4.Memahami dan menyadari perlunya keutuhan alam ciptaan bagi kehidupan sehingga terdorong untuk menjaga dan melestarikannya
5.Memiliki pengetahuan dasar tentang pribadi Yesus Kristus sehingga dapat bercermin pada pribadi Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari.
5.Memahami berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus sehingga dapat meneladai dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
6.Memahami perjuangan Yesus Kristus untuk menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah (kejujuran, keadilan, perdamaian)*  dalam hidup bersama sehingga mampu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
7.Memahai peristiwa panggilan dan pengutusan Ysus Kristus kepada murid-muridNya sehingga terdorong untuk mengikuti Yesus  Kristus dalam hidup sehari-hari.
8.Memahami makna sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus sebgai konsekuensi atas perjuanganNya menegakkan nilai-nilai Kerajaan Alalh sehingga peserta didik berani meneladani perjuangan Yesus dalam hidup sehari-hari.

STANDAR KOMPETENSI 2

Terlibat dalam hidup menggereja dengan bimbingan Roh Kudus sebagaimana diajarkan dalam Kitab Suci dan Tradisi Gereja

KOMPETENSI DASAR :
1.Memahami peran Roh Kudus sebagai daya hidup setiap orang dalam mengembang-kan hidup bersama sebagai murid-murid Yesus.
2. Memahami gereja sebagai persekutuan murid-murid Yesus yang terdiri atas rupa-rupa karuania
3. Memahami gereja sebagai tanda dan sarana penyelamat (sakramen )bagi semua orang.
4.Memahami macam-macam sakramen inisiasi beserta konsekuensinya dalam hidup menggereja.
5.Memahami sakramen tobat sebagai tanda dan sarana rekonsiliasi (perdamaian) antara manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya.
6. Memahami makna sakramen pengurapan orang sakit sebagai wujud pendampingan Gereja terhadap orang yang menderita sakit.
7.Memahami sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat dalam rangka menentukan arah hidup
8.Memahami bentuk-bentuk pelayanan Gereja dalam upaya mewujudkan karya penyelamatan Allah, sehingga terdorong untuk melibatkan diri secara aktif.

STANDAR KOMPETENSI 3
Bersikap terbuka terhadap agama dan kepercayaan lain dalam kerangka membangun hidup berbangsa dan bernegara

KOMPETENSI DASAR:
1.Memahami kehendak Allah untuk menyelamatkan semua orang, yang perlu ditanggapi dengan beragama dan beriman
2.Memahami arti dan nilai hidup beriman kristiani beserta konsekuensinya dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat untuk mengembangkan hidup berbangsa dan benegara.
3.Memahami, menyadari dan menjunjung tinggi nilai martabat manusia, dengan senantiasa melindungi dan membela hidup manusia secara bertanggung jawab.
4.Memahami   dan menyadari bahwa penganut agama dan kepercayaan lain adalah sesama saudara sehingga mereka berani dan mampu bersikap hormat dan bersahabat dengan mereka dalam hidup sehari-hari dalam ikatan persaudaraan sejati


Demikian usulan dari kelompok untuk SK dan KD dalam Kurikulum PAK yang akan datang. Untuk kelas IX diusulkan KD sedikit, karena berdasarkan pengalaman dilapangan, waktu untuk belajar kelas IX relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kelas VII dan VIII. Bahkan semester 2 biasanya waktu untuk belajar kurang lebih hanya 2 bulan.

Silahkan teman-teman untuk mengkritisi dan menginformasikan hal ini kepada yang lain. Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi bahan diskusi bagi teman-teman Guru Agama Katolik tingkat SMP, sehingga membantu untuk mewujudkan kurikulum PAK tingkat SMP yang senantiasa sesuai dengan tuntutan jaman dan sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Untuk teman-teman yang ingin menyumbangkan pemikiran atau artikel yang bisa untuk saling memperkaya silahkan dikirimkan ke alamat email  lorensius.wibawa@yahoo.com. Terima kasih

Syalom 

L. Atrik Wibawa