Tampilkan postingan dengan label Bahan Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

PESAN PRAPASKAH 2012 PAUS BENEDICTUS XVI


Teman-teman yang terkasih, pada pagi hari ini saya mendapatkan kiriman dari ketua Yayasan dimana saya bertugas, sebuah file yang berisi Pesan Prapaskah 2012 Paus Benedictus XVI. Setelah saya baca, isinya begitu baik dan bagus. Mungkin teman-teman ada yang belum mendapatkan file tersebut, maka pada kesempatan ini saya mempostingkan isi pesan Prapaskah 2012 pada blog  ini.   Pesan ini sebenarnya saya terima dalam bentuk Powerpoint, maka pada kesempatan ini saya sampaikan juga dalam bentuk microsof word.  secara detail isi pesan tersebut seperti ini :


Pesan Prapaskah 2012
Paus Benedictus XVI

Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik (Ibr 10:24)
Masa prapaskah = waktu yg baik utk merefleksikan inti hidup kristiani, y.i. CINTAKASIH.
Dengan bantuan Kitab Suci membaharui jalan iman sbg pribadi mau-pun komunitas.
Jalan itu ditandai oleh doa, derma, keheningan dan puasa sbg persiap-an Paskah
Marilah kita saling memperhatikan supa-ya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Ibr 10:24
Percaya kepada Kristus Imam Agung yang telah menda-pat pengampunan bagi kita dan mem-buka jalan bagi kita kepada Allah.
Merangkul Kristus membuahkan kebajikan teologis:  1. Menghadap Allah dg hati yg tulus ikhlas dan keyakinan iman yg teguh (22). 2. Berpegang teguh pd pengakuan ttg peng-harapan kita (23).  3. Menjalani hidup pe-nuh kasih dan peker-jaan baik. Bersama saudara-sau-dara kita
Untuk membangun hidup berdasarkan firman Tuhan perlu mengambil bagian dalam liturgi dan doa bersama
Mari kita memusatkan diri pada ayat 24 yg mengandung ajaran aktual ttg ketiga segi kehidupan kristiani: 1. Peduli akan orang lain  2. Hubungan timbal balik   3. Kekudusan pribadi

1.    “Marilah kita peduli satu sama lain.” 
Peduli – bhs Yunani ka-tanoein, artinya menga-mati, mencermati
Perhatikanlah burung gagak yg tidak menabur … namun diberi makan oleh Allah Lk 12:24
Pandanglah kpd Imam Besar yg kita akui, yaitu Yesus (Ibr 3:1)
Jadi, PEDULI ber-arti: memandang orang lain, perta-ma-tama Yesus, merasa prihatin satu sama lain, tidak menyendiri dan cuek terha-dap nasib sauda-ra-saudara kita.
Tetapi sering sikap kita sebaliknya: tak peduli, tak berminat thd or lain karena egois dgn kedok ‘privacy’. Dewasa ini pun Tuhan memanggil kita un-tuk peduli satu sama lain, menjadi penjaga satu bagi yang lain.   Kain, di mana Habel adikmu?  Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku? 
Kita dipanggil untuk membangun relasi dgn memperhatikan kesejahteraan inte-gral yang lain.
Perintah utama “kasihilah satu sama lain” minta bhw kita mengakui tanggung jawab kita thd mere-ka yang seperti kita adalah ciptaan dan anak-anak Allah
Menjadi saudara sbg sesama manusia, dan sering juga saudara seiman, menolong kita untuk mengenali org lain sbg alter ego, yang dikasihi Allah tanpa batas. Kalau kita memupuk cara memandang or lain sbg saudara, maka solidaritas, keadil-an, kemurahan hati dan belaskasihan akan membual dgn sendirinya dr hati kita.
Paus Paulus VI berkata bhw dunia kita ini merana krn kurang persaudaraan. “Masyarakat manusia sakit parah. Sebabnya bukan terlebih krn kekurangan sumber alam, atau karena ulah segelintir org yg beruntung, tetapi karena melemahnya tali persaudaraan an-tara pribadi-pribadi dan  bangsa-bangsa (Populorum Progressio 66)
Peduli akan or lain berarti menginginkan apa yang baik buat mereka: fisik, moral dan spiritual.  Kebudayaan zaman ini seo-lah kehilangan rasa baik dan jahat, namun sangat perlu mengakui bahwa kebaikan itu ada, dan Allah murah hati dan bertindak dgn murah hati (Mzm 119:68)  Kebaikan ialah apa yang memberi, melindungi dan memajukan kehidupan, persaudaraan dan persatuan. 
Tanggungjawab thd or lain berarti mengingin-kan dan mengusaha-kan kebaikan or lain, dgn harapan merekapun menjadi peka akan kebaikan dan tuntutan-nya. Peduli or lain berarti sadar akan kebutuhan mereka.
Alkitab mengingatkan kita akan bahaya bhw hati kita bisa membatu oleh semacam mati rasa rohani yang membuat kita kebal thd pende-ritaan orang lain.
Lukas menceritakan dua perumpamaan: Orang Samaria yang baik dan Perumpamaan si kaya dan Lazarus.  Orang Samaria yang baik.  Orang Lewi dan imam itu lewat dari seberang jalan.
Or Samaria menolong. Kedua perumpamaan merupakan contoh keba-likan dari sikap peduli.
Apa yang menghalangi kita utk memandang orang lain dgn kasih sayang? Bisa harta milik atau rasa puas, atau kecenderungan utk mengutamakan kepentingan dan masalahku di atas segala yang lain. 
Jangan biarkan hati begitu terbungkus oleh masalah dan persoalan sehingga tidak mampu lagi mendengar seruan orang miskin. Kerendahan hati dan pengalaman penderitaan bisa membangkitkan dalam diri kita rasa belas kasih dan empati.
“Orang benar mengerti perkara orang miskin, orang jahat tak mampu memahaminya.” Ams 29:7.
Maka bisalah kita memahami Sabda Bahagia ini: Berbahagialah org yg berdukacita, krn mrk akan dihibur. (Mat 5:4)   Mereka mampu melihat lbh jauh dr diri sendiri, dan merasa ikut berduka dg orang lain.   Membuka diri bagi or lain dan membuka hati bagi kebutuhan mrk bisa menjadi kesempatan diselamatkan dan diberkati.
Peduli or lain ber-arti juga peduli akan kesejahteraan rohaninya.
Ada satu segi hidup kristiani yg agak-nya sdh terlupa-kan, yaitu  koreksi persauda-raan demi kesela-matan or itu.
Kita sangat peka thd kesejahteraan fisik dan materi sesama, tetapi hampir bungkam  ttg tanggung jawab rohani thp sesama. Tidak demikian di Gereja purba, dan di komuni-tas-komunitas yang matang imannya.  Mrk tidak hanya peduli ttg kesehatan badan sesamanya, tetapi juga ttg kesehatan rohani sesama serta tujuan terakhir. 
Kata Alkitab: “Kecamlah orang bijak, maka ia akan mengasihi engkau. Nasihatilah or bijak, maka ia akan lebih bijak. Ajarilah or benar, maka pengetahuannya akan bertambah.” (Amsal 9:8b-9)
Kristus sendiri menyuruh kita menegur or yg berdosa: “Apabila sdrmu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah 4 mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kem-bali. Jika ia tidak mendengarkan engkau…” (Mat 18:15)
Janganlah ikut mengambil ba-gian dalam perbuatan2 kege-lapan yg tidak bebuahkan apa2, tetapi telanjangilah perbuatan2 itu. (Ef 5:11) Memberi ‘koreksi persaudaraan’, ‘menelanjangi perbuatan2 gelap’ = elenchein (Yun)
Or kristiani memp misi kenabian utk protes thd kejahatan yg dilakukan orang2 angkatannya.
Tradisi Gereja menganggap menasihati or ber-dosa sbg salah satu karya belaskasihan. Penting memulihkan kembali dimensi kasih Kristiani ini.
Dewasa ini ada banyak or kristiani krn sungkan atau ta-kut repot lebih suka diam saja dp mengingatkan sdr2nya thd cara berpikir dan cara bertin-dak yang berlawanan dengan kebenaran dan tidak mengikuti jalan kebaikan.
Jangan diam saja berhadapan dg kejahatan!
Teguran kristiani tak pernah diberi utk memper-salahkan atau menuduh, tp selalu timbul dari kasih dan belaskasihan, dari kepedulian sejati untuk kebaikan orang itu.
Kata S. Paulus: “Kalau seo-rang kedapatan melaku-kan suatu pelanggaran, maka kamu yg rohani, hrs memimpin or itu ke jalan yg benar dlm roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri spy kamu juga jangan kena pencobaan.” (Gal 6:1)
Dlm dunia yg diresapi oleh individualisme, sa-ngat penting utk menemukan kembali penting-nya koreksi persaudaraan, shg kita bisa berja-lan bersama menuju kekudusan.
Kata Alkitab, “Or benar ja-tuh tujuh kali.” (Ams 24:16)
Kita semua lemah dan tidak sempurna “Jika kita berka-ta bhw kita tidak berdosa, kita menipu diri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. (1Yoh 1:8)
Jadi membantu or lain, dan menerima bantuan or lain spy lebih terbuka thd kebenaran ttg diri sendiri, memperbaiki hidup dan berjalan dg lebih benar di jalan Tuhan, merupakan pela-yanan yang amat penting.
Kita selalu mem-butuhkan pan-dangan yg me-ngasihi dan me-nasihati, yang mengetahui dan memaklumi, yg menimbang-nim-bang dan mengam-puni. Begitu juga Tuhan berbuat thd diri kita. (bdk Luk 22:61)

2.    Peduli satu sama lain, anugerah timbal balik
Masyarakat zaman ini buta thd penderitaan fisik serta tuntutan rohani dan moral kehidupan. Hidup hanya terbatas pd hdp di bumi ini. Perspektif eskatologis tidak dilihat, norma mo-ral tergantung dari kebebasan pribadiku. Janganlah demikian dalam komunitas Kristiani! “Marilah kita mengejar apa yg mendatangkan damai sejahtera dan yg berguna utk saling membangun.” (Rm 14:19)
“Setiap org di an-tara kita hrs men-cari kesenangan sesama kita demi kebaikannya utk membangunnya.” (Rm 15:2) “Aku pun berusaha menyenangkan hati semua org dlm sgl hal, bukan utk kepen-tinganku  sendiri, melainkan utk kepen-tingan or banyak, spy mrk beroleh sela-mat.” (1Kor 10:33)
Saling mengoreksi dan saling mendukung dgn rendah hati dan penuh kasih harus menjadi bagian dari kehidupan komunitas kristiani.
Murid2 pertama, bersatu dg Yesus melalui Ekaristi, hidup dlm persau-daraan terikat satu sama lain seperti satu tubuh. Itu berarti, yg lain adalah bagian dariku, hidup dan keselamatannya menyangkut hidup dan keselamatanku sendiri. Eksistensiku terkait dg eksistensi or lain, dalam hal yang baik maupun hal yang buruk.
Baik dosa maupun per-buatan kasih punya dampak sosial. Hubungan timbal balik itu nampak dlm Gereja= Tubuh Mistik Kristus. Umat terus bermati raga dan mohon ampun atas dosa para anggotanya, ttp juga bersuka-cita atas kebajikan dan kasih yang ada di te-ngahnya. “Anggota2 yang berbeda-beda itu harus saling memperhatikan”, (1Kor 12:25) karena kita ini satu tubuh.
Perbuatan kasih kpd sdr2 mis-kin, spt memberi derma, yg dgn doa dan puasa menjadi ci-ri khas prapaskah, berakar dalam kenyataan bhw kita bagian satu sama lain. Or Kristiani juga bisa mengungkapkan keterli-batannya dalam satu Tubuh Kristus = Gereja, dgn keprihatinan konkret thd or termiskin. Saling peduli juga berarti  mengakui dan bersyu-kur atas kebaikan dan keajaiban yang dilaku-kan Tuhan yg Mahabaik dalam diri orang lain.
Bila or. Kristiani melihat Roh Kudus bekerja dalam diri orang lain,  mau tak mau mereka bersyukur dan memberi kemuliaan kepada Bapa di surga. Mat 5:16

3.    Untuk membangkitkan jawaban kasih dan perbuatan baik
Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pe-kerjaan baik Ibr 10:24. Kata2 itu mengajak kita merefkesikan panggilan kita semua menjadi kudus,  Menempuh jalan kehi-dupan rohani sementara kita berusaha memperoleh karunia yg paling utama, yaitu KASIH.  (1Kor 12:31 – 13:13)
Peduli satu sama lain akan memacu kasih yg semakin  besar, bagaikan CAHAYA FAJAR, yang kian bertambah terang sampai rembang rengah hari. (Amsal 4:18)
Sayangnya, selalu ada godaan utk menjadi suam-suam kuku, memadamkan roh, menolak utk mengembangkan talenta yg kita terima untuk kebaikan diri kita sendiri dan sesama (bdk Mat 25:25 dst
Kita semua telah menerima kekayaan rohani dan materi yang diberi utk meng-genapi rencana Allah, demi kebaikan Gereja dan keselamatan kita. (Luk 12:21b, 1Tim 6:18) Dalam kehi-dupan iman, orang yang tidak maju, pasti mundur.
Kita diundang menjadi or kristiani yg unggul. Kebijaksanaan Gereja utk mengakui dan me-nyatakan orang-orang tertentu sbg or kudus ialah spy kita meneladan mereka.

Dunia menuntut dari or kristiani kesaksian yang dibaharui akan kasih dan keseti-tiaan kpd Tuhan.  Semoga kita merasa kebutuhan mendesak utk saling mendahului dlm cintakasih, pelayanan dan perbuatan baik (Ibr 6:10). Panggilan itu terlebih mendesak di masa Prapaskah ini

Terimalah salam dan doaku. Semoga masa Prapaskah anda diber-kati dan menghasilkan buah-buah baik.
Saya mempercayakan anda kepada Santa Pe-rawan Maria dan de-ngan sepenuh hati me-nyampaikan berkat Apostolikku.


Dari Vatikan,
Benediktus XVI


Jika ada yang menginginkan pesan Prapaskah ini dalam bentuk Powerpoint, silahkan klik link dibawah ini.


Demikian hal yang dapat saya sharingkan kepada teman-teman semuanya. Semoga bermanfaat.


Syalom

L. Atrik Wibawa.

Senin, 16 Januari 2012

BAHAN RENUNGAN APP 2012 KEUSKUPAN BOGOR



Gereja Keuskupan Bogor menggulirkan tahun 2010 – 2012 sebagai “Tahun Keluarga”. Melalui surat Gembala Bapa Uskup, gerakan pertobatan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2010-2012 dimulai dari Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica). Setiap keluarga dan semua unsur didalamnya diharapkan membuat perjalanan rohani menuju Keluarga Kristiani. Fokus kegiatan setiap tahunnya berbeda dengan tujuan yang sama sebagai upaya menguatkan setiap unsur dalam keluarga.  
Tahun 2010 dengan tema "Keluarga Bertanggung Jawab",  setiap keluarga didorong dan diajak untuk menata dan menumbuhkan kembali semangat cinta kasih, saling mengabdi dan kesetiaan antara suami dan isteri, antara orangtua dan anak-anak.
Tahun 2011 dicanangkan sebagai Tahun Orang Muda Katolik; gerakan pertobatan APP 2011 mengangkat tema "Kaum Muda Membangun Diri di era Globalisasi". Dengan tema ini, orang muda diajak untuk menemukan jatidirinya sebagai agen cinta kasih Allah sesuai dengan peran dan talentanya sebagai umat Allah yang sudah dimeteraikan dengan Sakramen Babtis.
 Tahun 2012 yang merupakan Tahun Anak dan Remaja. Aksi Puasa Pembangunan 2012 Keuskupan Bogor yang bertujuan untuk menginspirasi gerakan bersama pertobatan umat serta perwujudan karya nyatanya, mengarahkan pada upaya MEMBANGUN GAYA HIDUP IMAN ANAK DAN REMAJA YANG MISIONER. Itulah juga yang menjadi tema APP Keuskupan Bogor tahun 2012.

Untuk mensosialisasikan bahan renungan APP di Keuskupan Bogor, telah dijadwalkan bahwa tanggal 15 Januari 2012 dilaksanakan sosialisasi bahan renungan APP 2012 di SMKK Baranang Siang dan ditempat yang sama pula akan diadakan sosialisasi bahan renungan APP untuk umat dan BIA pada tanggal 22 Januari 2012. Bahan renungan APP untuk sekolah telah tersosialisasikan dengan baik yang diikuti sekitar 90 peserta perwakilan sekolah-sekolah dari tingkat TK sampai dengan tingkat SMA. Adapun bahan-bahan renungan APP untuk sekolah dapat di download dengan mengeklik bahan-bahan yang diinginkan dibawah ini. 


Untuk bahan renungan APP tingkat SMP, sesuai dengan permintaan teman-teman di tingkat SMP maka saya juga membuatkan bahannya dalam bentuk Powerpoint. Sebisa saya dan semampu saya untuk membuatkan powerpoint bahan renungan tersebut, hanya saja untuk videonya dan lagunya tidak dapat saya upload. Jadi dipersilahkan teman-teman di Keuskupan Bogor untuk menunggu dari sekretariat Komisi PSE membagikan CD yang berisi video dan lagu yang dipergunakan dalam renungan APP SMP tersebut. Adapun bahan dalam bentuk PPt dapat di download dengan mengeklik link dibawah ini:

Renungan APP SMP PPt Pertemuan 4

Demikian teman-teman bahan-bahan renungan APP Keuskupan Bogor tahun 2012 yang telah kami buat dalam team PSE Keuskupan Bogor. Semoga bahan-bahan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dalam melaksanakan karya pewartaan dimanapun teman-teman berada. Selamat ber-APP tahun 2012.



Syalom

L. Atrik Wibawa




Ingin Bisnis Pulsa GRATIS ???   KLIK DISINI 
Ingin ikutan mencoba keberuntungan bersama WAZZUB??? KLIK DISINI

Minggu, 06 November 2011

SOSIALISASI BAHAN ADVEN KEUSKUPAN BOGOR


Teman-teman Guru Agama Katolik, Pewarta Paroki dan juga para Pemandu/ Fasilitator Lingkungan yang terkasih, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa informasi sehubungan dengan sosialisasi Bahan Renungan AAP Keuskupan Bogor. Pada hari Minggu 6 Nov 2011 yang lalu, kami dari Komisi PSE Keuskupan Bogor telah mengadakan sosialisasi Bahan Aksi Adven Pembangunan Keuskupan Bogor. Selama masa Adven tahun 2011 ini, keuskupan Bogor mengusung tema AAP "Bersama Orang Muda Menyambut Kedatangan Yesus" Diharapkan dengan mendalami bersama tema tersebut, seluruh umat di Keuskupan Bogor semakin siap untuk  menyambut kelahiran Yesus. Tema Umum yang diusung tersebut akan didalami bersama umat dalam 3 pertemuan dengan masing-masing pertemuan membahas subtema yang antara lain: 1) Pertemuan pertama: Membangun Spiritualitas Orang Muda, 2) Pertemuan kedua: Yesus di Hati Orang Muda, 3) Pertemuan Ketiga: Mengalami Kehadiran Yesus. Diharapkan, dengan permenungan selama masa Adven ini, keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Bogor dapat sungguh-sungguh menyiapkan diri dalam memperingati serta merayakan kelahiran Yesus Kristus. Selain itu pula diharapkan kita semakin mampu menampilkan wajah Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari. 
Bahan yang telah dibuat oleh keuskupan Bogor adalah sebagai berikut:
  1. Untuk Bahan Renungan Umat, dibuat dalam bentuk Ibadat Adven, yang terdiri dari 3 pertemuan sesuai dengan 3 subtema yang diusung oleh Keuskupan Bogor.
  2. Untuk Bahan Bagi Kaum Muda, dibuat dalam bentuk kegiatan Rekoleksi.
  3. Untuk Bahan Bagi siswa/ siswi SMP, SMA/ SMK dibuat dalam bentuk Rekoleksi.
  4. Untuk Bahan BIAK, TK dan SD dibuat dalam bentuk kegiatan renungan sebanyak 3 pertemuan, sesuai dengan 3 subtema yang sudah ditentukan. 
  5. Dibuat pula buku Ibadat Tobat untuk masa Adven, Doa Harian dan Vigili Adven.
Demikian bahan-bahan yang sudah dibuat oleh Komisi PSE Keuskupan Bogor.

Bagi teman-teman yang pada hari Minggu yang lalu tidak dapat hadir dalam kegiatan sosialisasi bahan Renungan Adven tersebut, maka bersama ini saya ingin berbagi pada teman-teman seluruh bahan yang sudah dibuat. Untuk itu silahkan Klik aja link dibawah ini untuk mendownload berbagai bahan renungan yang sudah kami buat.


Demikain bahan-bahan renungan Adven Keuskupan Bogor, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman dalam rangka untuk melanjutkan tugas sebagai pewarta dimanapun kita berada. Selamat Ber AAP.


Syalom

L. Atrik Wibawa

Minggu, 02 Oktober 2011

Bahan BKSN Paroki Sukasari Bogor


Teman-teman yang terkasih, saya mendapatkan materi untuk Renungan Kitab Suci yang sudah dibuat oleh paroki Sukasari Bogor dalam Powerpoint. Bahan ini saya dapat dari rekan saya yaitu Ibu Ratih, dan saya sudah mohon ijin untuk dibagikan kepada teman-teman semua. Mungkin hal ini bisa sebagai salah satu bahan yang sangat baik,  jika seandainya teman-teman diminta untuk memimpin renungan Kitab Suci. Semoga ini bermanfaat. Silahkan klik link di bawah ini.


Demikian yang dapat saya bagikan untuk teman-teman semua.


Syalom

L. Atrik Wibawa

Minggu, 13 Februari 2011

BAHAN RENUNGAN APP 2011

Bagi teman-teman Guru Agama katolik atau Pendamping Pendalaman Iman di sekolah dan BIA,  yang pada hari minggu, 13 Februari 2011 tidak dapat mengikuti kegiatan sosialisasi bahan APP 2011 Keuskupan Bogor, bersama ini saya berikan isi buku Renungan APP untuk BIA, TK, SD, SMP dan SMA dan Bahan Renungan Umat. Bersama ini pula saya lampirkan Powerpoint sosialisasi Kerangka Dasar APP 2011 Keuskupan Bogor.
Silahkan teman-teman mendownload buku Renungan APP dibawah ini:







Demikian bahan Renungan APP 2011 yang dapat saya sharingkan kepada teman teman semua semoga bermanfaat.

Selamat Mendownload

Syalom
L. Atrik W

Minggu, 14 November 2010

BAHAN SOSIALISASI AAP KEUSKUPAN BOGOR 2010


Sebentar lagi masa Adven datang. Keuskupan Bogor, melalui Komisi PSE telah membuat bahan renungan Adven baik untuk Renungan Umat, Renungan Anak Tingkat TK, SD dan BIA (yang digabung menjadi satu), juga Renungan  untuk siswa tingkat  SMP dan SMA. Bahan telah terselesaikan dan pada hari Minggu ini, 14 November 2010 telah diadakan sosialisasi bahan renungan Adven tersebut. Namun demikian, masih banyak sekolah yang tidak mengirimkan guru Agama atau pemandu renungan Sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, dalam blog ini saya mencoba untuk membantu teman-teman yang tidak hadir dalam sosialisasi ini mendownload bahan sosialisasi untuk Renungan AAP Keuskupan Bogor tahun 2010 ini. Bagi yang ingin mendownload, Silahkan Klik tautan dibawah ini.

Bahan Sosialisasi Renungan AAP SMP&SMA

Bahan Sosialisasi Renungan AAP Umat Paroki

Buku Renungan AAP BIA, TK dan SD

Buku Renungan AAP SMP, SMA/ SMK

Buku Renungan AAP Umat Paroki

Demikian bahan ini semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman pemandu renungan Baik di Paroki, di sekolah maupun untuk teman-teman BIA. Selamat Ber AAP.


Syalom


L. Atrik W.